Jl. Semeru No. 09 Kencong Jember
+62 336 324249
admin@pai.tarbiyah.inaifas.ac.id

Profil prodi PAI

Pendidikan Agama Islam

          Obsesi masyarakat Kencong untuk memiliki sebuah perguruan tinggi sangat kuat, namun secara yuridis kuatnya obsesi belum cukup, karena harus memenuhi syarat, sementera syarat penyelenggaraan perguruan tinggi menurut PP. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi harus diselenggarakan oleh Yayasan khusus, sehingga penyelenggaraan STAI Al-Falah As-Sunniyyah harus didahului oleh pendirian Yayasan, yang selanjutnya dibakukan dengan nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong. Yayasan ini didirikan oleh representasi tokoh dua kepengurusan yayasan, yaitu Yayasan Masjid JamiÃ?¢â?‰?¢Al-Falah dan Yayasan Pondok Pesantren As-Sunniyah, keduanya di Kencong. Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah Keoncong secara resmi tercatat berdasarkan akta Notaris H. Soesanto Adi Purnomo, SH. Nomor 4 Tahun 1997 tertanggal 1 Desember 1997 dengan tujuan utama mengembangkan sumber daya msulim yang utuh dan memiliki keunggulan.

          Ide untuk menjadikan masjid Al Falah dan Pondok Pesantren As-Sunniyyah sebagai pusat pengembangan sumberdaya muslim yang memiliki keunggulan sebenarnya sudah lama. Sebagai embrio, selain telah dikelola lembaga pendidikan jalur luar sekolah, juga telah dikembangkan lembaga-lembaga pendidikan jalur sekolah, sejak jenjang pendidikan dasar sampai jenjang pendidikan tinggi. Optimisme itu semakin kuat setelah mempertimbangkan sisi geografis dan sosio-akademis di wilayah Kencong. Sedikitnya karena didukung jumlah populasi kelembagaan pendidikan menengah dan pendidikan dasar yang sangat memadai di Kencong.

          Oleh karena itu, prospek STAI Al-Falah As-Sunniyyah  menjadi kian jelas karena setelah dilakukan studi kelayakan ternyata di wilayah kawedanan Kencong yang meliputi kecamatan Kencong, Gumukmas, Umbulsari, Jombang dan Puger terdapat 14 lembaga pendidikan menengah (6 SMU, 3 SMK dan 5 MA). Lebih dari itu, di wilayah Keoncong juga terdapat 34 lembaga pendidikan setingkat SLTP (18 SLTP dan 16 MTs). Sehingga, basis kelembagaan pendidikan bagi STAI Al-Falah As-Sunniyyah  sangat jelas, dan proyeksi calon mahasiswanya dapat terdeteksi secara jelas pula.

          Potensi alumni pendidikan menengah yang secara grafik terus menaik tersebut merupakan salah satu ekspektasi yang diharapkan dapat melanjutkan penmdidikannya ke jenjang pendidikan tinggi di STAI Al-Falah As-Sunniyyah. Selain itu, gagasan berdirinya perguruan tinggi satu-satunya di Kencong ini muncul dari kesadaran kolektif tokoh-tokoh masyarakat Kencong dari berbagai kalangan: dari kalangan kyai, akademisi, praktisi pendidikan maupun harapan elemen lainnya.

          Sebagai upaya persiapan pendirian perguruan tinggi, pengurus yayasan telah berkali-kali mengadakan pertemuan dan koordinasi secara intensif. Pertemuan yang difasilitasi oleh pengurus Yayasan dan Drs. H. A. Nizar Hasjim (selaku Ketua STAIN Jember) itu melibatkan seluruh komponen yang terdiri dari: Pengurus Yayasan, Tokoh Masyarakat dan Kepala Sekolah/Madrasah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kencong. Baru seletah pertemuan berlangsung 5 kali (24 Oktober, 29 Oktober, 24 Nopember, 25 Nopember dan 17 Desember 1997) secara mantap disepakati dua hal. Pertama,  setuju gagasan pendirian perguruan tinggi segera diwujudkan, dan kedua,  menunjuk Drs. H. Abd. Halim Soebahar, MA., sebagai Ketua Tim Persiapan yang bertugas melakukan kajian, studi kelayakan dan mempelajari sekaligus melengkapi syarat administratif  untuk mewujudkan gagasan tersebut.

          Sebagai tindak lanjut, pada tanggal 1 Maret 1998 di selenggarakan pertemuan di rumah Drs. KH. Yusuf Muhammad, LML. Pada kesempatan tersebutu Ketua Tim melaporkan hasil kerjanya pada forum yang dihadiri oleh Prof. Dr. H. Simanhadi WP, Prof. KH. Abul Chalim Muhammad, SH., Drs. H. A. Nizar Hasjim, Drs. KH. Yusuf Muhammad, LML, Drs. H. Abd. Halim Soebahar, MA, dan pengurus Yayasan yang diwakili oleh KH. Achmad Sadid Djauhari, KH. Abdul Shomad Djalil, Drs. H. Saifuddin, H. Muhamad Sofyan, Drs. H. Moh. DhiyaÃ?¢â?‰?¢uddin, Drs. KH. SyuhadaÃ?¢â?‰?¢ Syarif, Drs. A. Syaikhu, H. Ahmad Alauddin, dan KH. A.  Mursyid Somadi. Pada kesempatan tersebut juga disampaiakan saran-saran dari: KH. MA. Sachal Mahfudz, KH Abdul Muchith Muzadi, BA dan tokoh-tokoh lainnya. Pertemuan akhirnya diakhiri setelah menghasilkan tiga keputusan. Pertama,  disepakati keputusan berdirinya perguruan tinggi di Kencong, dan berdasarkan PP 60 Tahun 1999, maka bentuk perguruan tinggi yang paling memungkinkan berdasarkan studi Tim Persiapan adalah Sekolah Tinggi Agama Islam, yang selanjutnya disebut STAI Al-Falah As-Sunniyyah . Kedua,  sesuai dengan pertimbangan geografis dan basis pendidikan di Kencong, maka direkomendasikan agar STAI Al-Falah As-Sunniyyah  hanya membuka dua program studi, yaitu: Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Program Studi Ahwal Asy-Syakshiyah (AS). Ketiga,  diusulkan agar yayasan segera melengkapi personalia yang diberi amanah untuk memimpin STAI Al-Falah As-Sunniyyah  dalam masa perintisan.

          Akhirnya, pada tanggal 11 Maret 1998, pengurus yayasan menyampaikan hasil rapat pengurus dan meminta kesediaan Drs. H. Abd. Halim Soebahar, MA sebagai Ketua STAI Al-Falah As-Sunniyyah, dan pada tanggal 18 Maret 1998 struktur personalia pimpinan dilengkapi dengan susunan sebagai berikut: Drs. H. Abd. Halim Soebahar, MA (sebagai Ketua STAI Al-Falah As-Sunniyyah), Drs. Achmad Syaikhu (sebagai Pembantu Ketua I yang membidangi akademik), Drs. H. Moh. DhiyaÃ?¢â?‰?¢uddin (sebagai Pembantu Ketua II yang membidangi administrasi umum dan keuangan), dan Drs. H. Saifuddin (sebagai Pembantu Ketua III yang membidangi kemahasiswaan).

          Selajutnya, untuk memantapkan rencana berdirinya STAI Al-Falah As-Sunniyyah dimulailah penyebaran brosur untuk penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 1998/1999, sedang pimpinan dan pengurus yayasan berusaha menghubungi beberapa kekuatan stretegis dengan harapan dapat memberikan dukungan berupa pemberian surat rekomensdasi berdirinya STAI Al-Falah As-Sunniyyah. Surat rekomendasi akhirnya diproleh dari: Ketua STAIN Jember, Rektor Universitas Jember, Bupati Kabupaten Jember, MUI Kabupaten Jember, dan rekomendasi  secara lisan dari Koordinator KOPERTAIS Wilayah IV Jawa Timur  untuk memulai membuka pendaftaran mahasiswa baru. Hasilnya, pada tanggal 6 September 1998 STAI Al-Falah As-Sunniyyah telah menerima mahasiswa baru sebanyak 48 orang, mahasiswa tersebut langsung mengikuti Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus (OPSPEK) dan seminggu berikutnya (13 September 1998) kuliah perdana diberikan oleh Al-Mukarrom Bapak KH. MA Sachal Mahfudz, Rois Ã?¢â?¬Ã??Am Syuriyah PBNU.

          Selanjutnya, setelah STAI Al-Falah As-Sunniyyah dua kali di supervisi oleh  Tim KOPERTAIS Wilayah IV selaku pembina PTAIS di Jawa Tumur (Drs. KH. Abd. Djabbar Adlan selaku Rektor atau Koordinator., Drs. H. A. Marzuki selaku wakil Koordinator dan Drs. HM. Hasan Basri, MA selaku sekretaris) sehingga akhirnya memperoleh rekomendasi pengajuan status terdaftar kepada Menteri Agama, khususnya untuk program studi Pendidikan Agama Islam. Langkah berikutnya, berdasarkan rekomendasi Kopertais Wilayah IV Jawa Timur Nomor: 256/PPP.03.2/IV/2000 tanggal 2 Juni 2000, maka sebulan berikutnya (2 Juli 2000) delegasi STAI Al-Falah As-Sunniyyah yang terdiri dari Drs. H. Abd. Haim Soebahar, MA, Drs. HM. DhiyaÃ?¢â?‰?¢uddin, dan KH. A. Sadid Djauhari mengajukan permohonan Status Terdaftar Program S-1 STAI Al-Falah As-Sunniyyah kepada Direktur Jenderal Binbaga Islam Departemen Agama RI di Jakarta. Melalui falilitas yang disediakan oleh Drs. KH. Yusuf Muhammad, LML, Tim STAI Al-Falah As-Sunniyyah ditemui oleh Kepala Sub Direktorat II (Dra. Hj. Faiqoh, M.Hum) dan Sekretaris Dirjen (Drs. H. Abdul Aziz, MA). Setelah satu bulan menunggu, akhirnya pada tanggal 3 Agustus 2000 barulah STAI Al-Falah As-Sunniyyah memperoleh pengakuan berupa Surat Keputusan Status Terdaftar dari Dirjen Binbaga Islam Nomor: E/139/2000 dengan satu program studi yakni Pendidikan Agama Islam (PAI).

          Dengan legalitas tersebut, jelas akan semakin memotivasi komitmen Pengurus Yayasan  dan semua Pimpinan STAI Al-Falah As-Sunniyyah untuk lebih mengedepankan jaminan dan pengembangan mutu fisik maupun non fisik. Pengembangan kualitas fisik dilakukan karena sarana perkuliahan di Kampus I sudah kurang memadai, setelah terjadi peningkatan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun. Komitmen itu telah diwujudkan oleh Pengurus Yayasan dan Pimpinan sejak tanggal 18 Nopember 2000, setelah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus II oleh Menteri Agama RI, Drs. KH. Moh. Tholhah Hasan. Sedangkan kualitas non fisik dilakukan dengan cara memantapkan kualitas SDM maupun kinerja pembelajaran dan administrasi umum, sehingga meningkatakan optimisme baru dikalangan civitas akademika. Akhirnya pada tanggal 1-2 April 2001 mahasiswa STAI Al-Falah As-Sunniyyah  mengikuti Ujian Negara Cicilan (UNC) untuk pertama kalinya dan UNC kedua, dilaksanakan pada tanggal 24-25 Oktober 2001. Keduanya diselenggarakan secara mandiri di Kampus I STAI Al-Falah As-Sunniyyah  Kencong Jember. 

          Lebih dari itu, optimisme kian mantap ketika telah dilakukan Ã?¢â?¬Ã??visitasiÃ?¢â?¬Ã?? dalam rangka akreditasi program studi Pendidikan Agama Islam oleh dua orang Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tanggal 6-7 Nopember 2001 masing-masing oleh Prof. Dr. H. Muslim Nasution dan Prof. Dr. H. Suwito, keduanya dari Jakarta. Akhirnya setelah STAI Al-Falah As-Sunniyyah menunggu sekitar 7 bulan, maka SK Akreditasi dari BAN-PT Nomor: 011/BAN-PT/Ak-V/S1/2002 tertanggal 24 Juni 2002 baru turun untuk program studi Pendidikan Agama Islam, dan itu merupakan momentum diberikannya otonomi pengelolaan yang lebih luas dengan landasan yurudis lebih mantap, Alhamdulillah.

          Alhamdulillah. Setelah SK Ijin Operasional yang lama telah berjalan 6 (enam) tahun, STAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong Jember mendapatkan perpanjangan ijin operasional yang baru dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI Nomor: Dj.I/349/2007 tertanggal 18 September 2007. Yang menggembirakan, sejak awal sampai sekarang mendapatkan respons yang positif, terbukti dengan meningkatnya jumlah input mahasiswa dari tahun ke tahun. Bahkan terakhir, semakin kuat desakan masyarakat agar STAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong Jember segera membuka program studi baru.

          Pembukaan program studi program studi yang baru sangat memungkinkan dan cukup prospektif, dilihat dari segi geografis, sosio-akademis, dan harapan masyarakat Jember Selatan dan Lumajang, karena untuk membuka program studi baru dari sebuah perguruan tinggi Islam akan banyak ditopang, oleh banyaknya MTs/SMP maupun Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Atas/Kejuruan yang cukup banyak di wilayah Kawedanan Kencong Kabupaten Jember dan kawasan timur-selatan kabupaten Lumajang sebagai wilayah perbatasan antara Kabupaten Jember dengan Kabupaten Lumajang.

          Situasi dan kondisi demikian, semakin membulatkan tekad Pimpinan STAI Al-Falah As-Sunniyyah dan Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong untuk menjadikan masjid Al-Falah dan Pondok Pesantren Assunniyyah sebagai pusat pengembangan sumberdaya muslim, agar masjid dan pondok pesantren sebagai sentral pembinaan dan pendidikan umat bisa berfungsi Ã?¢â?¬Ã??paripurnaÃ?¢â?¬Ã?? karena memiliki kelengkapan aktivitas sebagai: pusat ibadah, pusat lembaga pendidikan diniyah, dan pusat lembaga pendidikan formal mulai pendidikan pra sekolah sampai perguruan tinggi.

          Alhamdulilah pada tanggal 24 Mei 2012 STAI Al-Falah As-Sunniyyah mendapatkan perpanjangan ijin operasional untuk kedua program studi yakni, pendidikan agama Islam (PAI) yang berlaku selama 5 tahun dan Ahwal Al-Syakhshiyah (AS) yang berlaku selama 3 tahun. Legalitas STAI Al-Falah As-Sunniyyah  kian mantap ketika kedua program studi tersebut telah di akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor SK : 030/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/I/2013 tanggal 30 januari 2013 untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)  dan sekarang sudah bertambah empat prodi Pendidikan Guru madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Ekonomi SyariÃ?¢â?‰?¢ah (ES) dan Bimbingan Konselig Islam (BKI).

          Masa akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) akan berakhir pada tanggal 30 Januari 2018, sehingga perlu di susun borang akreditasi baru untuk di kirim ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dari yang di dapat sebelumnya.

Menjadi program studi yang unggul dalam pendidikan agama Islam (PAI) tingkat nasional tahun 2022



  1. Menyiapkan tenaga pendidik dan pengajar dibidang pendidikan agama Islam (PAI) yang profesional.

  2. Mengembangkan penelitian dibidang pendidikan agama Islam (PAI).

  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat terutama dalam pengembangan pendidikan agama Islam (PAI) dan sosial keagamaan.

  4. Menghasilkan publikasi ilmiah yang profesional dalam bidang pendidikan agama Islam (PAI)



Link Alumni